Pabrik Daging Olahan Jadi Pusat Klaster Baru Korona di Dunia, 1.500 Karyawan di Jerman Positif COVID-19

Posted on

Warga distrik Guetersloh di Jerman kemarin (23/6) dikejutkan dengan pengumuman bahwa mereka telah dikarantina selama seminggu. Kebijakan itu menyusul temuan adanya klaster baru di sebuah pabrik Toennies penggilingan daging dalam beberapa hari terakhir.

Pejabat setempat Armin Laschet mengatakan setidaknya ada 1.553 pekerja pabrik tersebut yang terdeteksi telah positif Covid-19. Walhasil pabrik pun kini telah ditutup, sementara lebih dari tujuh ribu pekerja lainnya beserta keluarga telah diisolasi di rumah.

Loading...

Pertemuan warga yang membuat kerumunan telah dilarang, selain itu sekolah, pusat penitipan anak, museum, restoran, bar, kolam renang, gym dan tempat-tempat umum lainnya terpaksa untuk ditutup kembali atau secara drastis membatasi jumlah orang yang diizinkan masuk pada suatu waktu.

Laschet mengatakan kebijakan lockdown ini perlu diterapkan karena meski sejauh ini klaster baru hanya di antara para pekerja pabrik, pihaknya belum tahu berapa banyak masyarakat luar yang telah kontak fisik dengan mereka yang telah terinfeksi.

“Kalian harus berada dalam karantina mandiri, polisi akan dikerahkan untuk memantau jika perlu,” ujar Lanschet dalam siaran televisi lokal. Ia juga mengatakan seluruh pekerja di pabrik telah menjalani tes untuk mengidentifikasi siapa saja yang mungkin telah terinfeksi.

Namun ternyata, ini bukan klaster Covid-19 di pabrik daging satu-satunya yang ada di dunia. Sejumlah warganet yang mengetahui hal ini membagikan pemikiran yang sama melalui Twitter.

Pabrik penggilingan daging 2 Sisters Anglesey, Wales, di mana terdapat lebih dari 150 pekerjanya terdeteksi positif Covid-19. Aktivitas di pabrik yang memasok sepertiga kebutuhan daging unggas di Inggris Raya itu sempat terhenti beberapa minggu dan meminta 560 pekerjanya diminta untuk menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Hal serupa terjadi di Smithfield, yang merupakan pabrik penggilingan daging babi terbesar di dunia, juga telah menjadi klaster Covid-19 terbesar di Amerika Serikat. Terletak di negara bagian South Dakota, setidaknya 783 pekerja pabrik telah positif virus korona pada akhir April, sementara ada lebih dari 200 warga lokal ikut terinfeksi akibat kontak fisik dengan mereka.

Pabrik pun ditutup selama tiga minggu, namun pada Mei telah kembali beroperasi dengan jumlah pegawai yang terbatas untuk mencegah adanya penyebaran lanjutan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan setidaknya ada sekitar 25 ribu pekerja pabrik penggilingan daging di AS yang positif terinfeksi Covid-19.

Klaster Covid-19 juga telah ditemukan di pabrik penggilingan daging di sejumlah negara Eropa seperti Perancis, Spanyol, dan Irlandia. Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan mengapa fenomena ini dapat terjadi.

Pertama karena jarak antara pekerja di pabrik penggilingan daging terlalu berdekatan. “Pabrik area tertutup seperti ruangan yang dingin dan lembab, adalah lingkungan yang sempurna bagi virus korona untuk dapat bertahan dalam waktu lama yang dan menyebar cepat,” ujar Lawrence Young, seorang Profesor Onkologi Molekuler di University of Warwick.

Selain itu, tempat kerja yang pada dasarnya merupakan lemari pendingin raksasa itu juga memiliki banyak mesin yang berisik, menyebabkan para pekerja berbicara dengan lebih kencang bahkan berteriak, sehingga memproduksi droplets yang dapat menyebarkan virus korona.

Hal ini menyebabkan keresahan publik yang khawatir mengkonsumsi daging. Namun Badan Standar Makanan Inggris Raya mengatakan sangat kecil kemungkinan bahwa masyarakat dapat menangkap virus corona dari makanan.

CDC pun mengatakan hal yang serupa, dan menyarankan para pemilik pabrik penggilingan daging untuk mengurangi jumlah produksi, memasang plastik pembatas antara staf, mewajibkan semua orang memakai penutup wajah dan terutama memastikan bahwa tidak ada pekerjanya yang tidak dibayar karena menjalani isolasi mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *