Memetik Pelajaran Hidup dari Kakek Penjual Es Dawet yang Mungkin Akan Membuatmu Malu

Posted on

Meski ketika kita sudah berjalan ke sana kemari, dunia ini dalam kenyataannya luas, hingga pada akhirnya sulit menemukan setiap kejadian yang ada di dalamnya. Namun dengan penceritaan seperti ini mungkin dapat membantu kalian untuk mempermudah mencari inspirasi ataupun pembelajaran hidup untuk menjadi lebih baik.

Ada berbagai kisah luar biasa dari berbagai orang diluar sana yang dapat menjadi sebuah pelajaran hidup bagi kita semua, yang salah satunya adalah kisah hidup dari seorang kakek yang bernama Sukimin atau biasa dipanggil mbah Sukimin yang usianya sudah lebih dari 70 tahun.

Loading...

Meski usianya tak muda lagi bukan berarti Mbah Sukimin lebih memilih berdiam diri dirumah menikmati masa tuanya, terlebih ia masih mempunyai tanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Mbah Sukimin memang masih bersemangat untuk bekerja, dimana sehari-harinya ia berprofesi sebagai penjual es dawet keliling.

Sudah tak terhitung lagi berapa kilometer jarak yang sudah ditempuh Mbah Sukimin selama menjajakan es dawetnya karena setiap harinya saja ia bisa menempuh jarak 50 km pulang pergi untuk menjual es dawet.

Tak kurang dari 40 tahun lamanya Mbah Sukimin menjalani profesi sebagai penjual es dawet, setidaknya setelah menunaikan Sholat Subuh Mbah Sukimin sudah harus siap berangkat berjualan, dan akan pulang sekitar jam 8 malam.

Mungkin orang lain menganggap apa yang dilakukan Mbah Sukimin adalah pekerjaan yang berat, namun nyatanya Mbah Sukimin justru bersyukur karena masih diberi kekuatan untuk memikul es dawetnya, yang darinya Mbah Sukimin dapat terhindar dari sifat meminta-minta.

Mbah Sukimin memang sangat menjauhi sifat meminta-minta, bahkan Mbah Sukimin juga selalu berpesan kepada anggota keluarganya untuk menjauhi sifat meminta-minta.

Dan yang paling membuat Mbah Sukimin bersyukur meski ia sibuk berjualan adalah ia masih bisa mendekatkan diri kepada Allah.

Meskipun Mbah Sukimin lelah berjualan, tak pernah sekalipun Mbah Sukimin meninggalkan sholat, bahkan setelah mendengar adzan sebisa mungkin Mbah Sukimin segera mencari Masjid terdekat untuk melaksanakan sholat. Itulah yang membuat Mbah Sukimin terus bersyukur atas profesinya itu.

Penghasilan Mbah Sukimin memang tak seberapa, namun ia selalu yakin bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur, bagi Mbah Sukimin sedikit banyaknya rezeki yang ia dapatkan tidak akan menjadi masalah besar baginya, yang menjadi masalah apabila ia tidak dapat mensyukurinya karena yang terpenting bagi Mbah Sukimin adalah mensyukuri berapapun rezeki yang didapatkan yang kemudian akan menjadikannya sebuah rezeki yang membawa keberkahan dalam hidup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *