Dikunjungi Menteri Pertanian, Petani Kubis Ini yang Punya Penghasilan Rp2 Miliar Seminggu

Posted on

Kejelian memanfaatkan peluang menjadi kunci sukses bagi Andrea Subhan. Pria yang merupakan seorang petani sekaligus pengusaha itu mampu meraup omzet hingga Rp2 miliar setiap minggunya berkat tanaman kubis manis. Varietas unggulan itulah yang kemudian mengantarkan dirinya menjadi seorang miliarder.

Semua hal tersebut berawal ketika dirinya meneruskan usaha sang ibu yang mengelola lahan kubis manis di Tulungagung, Jawa Timur. Perlahan tapi pasti, tanaman tersebut dikelola hingga Andrea menemukan celah pasar yang menampung hasil produksi kubis manisnya tersebut.

Loading...

Sukses berkat menggarap pasar ekspor ke Taiwan yang potensial

Tak ada yang menyangka jika jalur ekspor ke pasar Taiwan yang dipilih oleh Andrea akhirnya mampu membuat dirinya bergelimang kesuksesan. Pemilik dari CV. Karunia Alam yang menjadi pemasok sayuran ini bisa dibilang berhasil menjadi seorang miliarder berkat ekspor tanaman kubis manis yang dilakukannya sejak tahun 2017 hingga saat ini.

Kubis manis produksi Andrea sangat diminati karena kualitasnya


Kubis manis hasil budidaya Andrea memang tengah menjadi primadona di Taiwan. Tak heran jika hanya sayuran dengan kualitas terbaik saja yang diseleksi secara ketat untuk dikirimkan. Salah satu indikatornya adalah berat kubis yang mencapai 1,8 kilogram ke atas. Dalam sehari, Andrea mampu memanen sekitar 30 ton kubis manis dengan jumlah 22 ton untuk ukuran satu kontainer.

Punya lahan di Tulungagung dengan perlakuan khusus

Kubis manis merupakan tanaman tertentu yang mampu tumbuh subur dengan kondisi khusus. Varietas tersebut ditanam di daerah Tulungagung yang memiliki struktur tanah lebih rendah dan datar serta cuaca yang panas. Imbasnya, perawatan seperti pemberian pupuk dan pestisida juga sangat berbeda. Dari sana, kubis manis dengan kualitas terbaik kemudian diekspor ke pasar Taiwan.

Raih omzet hingga mencapai Rp2 miliar per minggu

Kubis manis yang dihasilkan dari lahan Andrea di Tulungangung kemudian dijual seharga seharga Rp3.800 per kilogramnya di pasar Taiwan. Dalam sehari, ia mampu mengekspor sebanyak 7 kontainer sehingga total ada 154 ton yang dikirim ke pasar Taiwan. “Seminggu omzet saya sekitar Rp2 miliar. Karena saya kan kirimnya 3 varietas diantaranya kubis manis, sawi putih, dan selada,” ujar Andrea yang dikutip dari Kumparan (04/10/2020).

Petani sekaligus pengusaha sukses yang dikunjungi oleh Menteri Pertanian

Andrea Subhan (tengah berbatik merah) bersama Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo [sumber gambar]

Andrea memiliki 3 jenis sayuran yang ditanam di tempat yang berbeda-beda, yakni kubis manis di Tulungagung, kubis tawar di Jember, dan sawi di Batu. Semuanya kemudian dikumpulkan di gudang sayuran yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kesuksesannya menembus pasar Taiwan membuat Andrea menjadi perhatian banyak orang hingga dikunjungi oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo.
BACA JUGA: Lulusan S2 IPB tapi Pilih Bertani, Pemuda Asal Cianjur Ini Sukses Raih Omset Rp500 Juta

Peluang ekspor kubis manis ke pasar luar negeri sejatinya masih sangat terbuka lebar. Andrea bahkan mengatakan hanya dirinya putra daerah di Jawa Timur yang berhasil masuk ke pasar Taiwan hingga saat ini. Ini artinya, potensi masih terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin mengikuti jejak sukses Andrea sebagai petani sekaligus eksportir kubis manis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *